Jumat, 01 April 2016



                                                         BAB I
                                                         PENDAHULUAN
1.1  LATAR BELAKANG MASALAH
    Sebagai Negara agraris, sebagian besar penduduk Indonesia menggantungkan hidup pada sektor pertanian , Indonesia memprioritaskan sektor pertanian sebagai sektor utama dalam pembangunan. Pembangunan sektor ini bertujuan untuk meningkatkan kesejahtraan petani melalui peningkatan produksi dan pendapatan dalam usaha tani. Peningkatan produksi pertanian diharapkan sejalan dengan pengingkatan pendapatan petani yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup. Secara umum sistem pertanian yang ada terdiri atas sistem pertanian tradisional, sistem pertanian modern atau intensif dan sisitem pertanian berkelanjutan. Sistem pertanian tradisional adalah sistem pertanian yang masih bersifat ekstensif dan tidak memaksimalkan input yang ada.salah satu contoh pertanian ini adalah sistem ladang berpindah. Sistem initidak sesuai lagi dengan kebutuhan lahan yang semakin meningkat akibat bertambahnya penduduk.
   Sistem pertanian modern diawali oleh program revolusi hijau yang mengusahakan pemuliaan tanaman untuk mendapat varietas baru yang melampaui daerah adaptasi dari varietas yang ada. Varietas tanaman yang dihasilkan merupakan varietas yang responsife terhadap pengairan dan pemupukan, adaptasi geografis yang luas, dan resisiten terhadap hama dan penyakit. Gerakan ini diawali oleh Ford dan Rockefeller Foundation, yang mengembangkan gandum di Meksiko pada tahun 1950 dan padi di Filipina pada tanhun 1960. Revolusi hijau menekankan pada tanaman serealia yaitu padi, jagung, gandum, dan lain-lain.
  Adanya revolusi hijau telah merubah kondisi pertanian yang ada di Indonesia. Perubahan yang nyata adalah bergesernya paraktik budidaya tanaman dari praktik budidaya secara tradisional menjadi praktik budidaya yang modern dicirikan dengan tingginya pemakaian input dan intensifnya eksploitasi lahan. Hal tersebut merupakan konsekuensi dari penanaman varietas unggul yang responsive terhadap pemupukan dan resisten terhadap penggunaan pestisida dan herbisida.





1.2   RUMUSAN MASALAH
·         Apakah pengertian dari sistem pertanian?
·         Pengertian sistem pertanian tradisional?
·         Pengertian sistem pertanian modern?
·         Apa kelebihan dan kelemahan sistem pertnian tradisional dan modern?
1.3   TUJUAN MASALAH
·         Tujua umum
Tujuan dari pembuatan makalah ini adalah untuk mengetahui sistem pertanian baik tradisional maupun modern.sekaligus mengetahui kelemahan dan kelebihan dari sistem tersebut.

·         Tujuan khusus
Tujuan khusus dari makalah ini adalah untuk memenuhi tugas dari ekonomi pertanian.
1.4  Manfaat
Manfaat dari adanya sistem pertanian ini, diharapkan mampu memberi pengaruh terhadapkita semua bahwa pertanian sangat penting bagi kita karena kita merupakan Negara agraris yang menggantungkan hidup dari bertani.

                                                  


                                                           BAB II
                                                                   KAJIAN PUSTAKA
2.1 PENGERTIAN PERTANIAN MENURUT PARA AHLI
    Menurut Sanganatan (1989) bahwa istilah umum pertanian berarti kegiatan menanami tanah dengan tanaman yang nantinya menhasilkan suatu yang dapat di panen, dan kegiatan pertanian merupakan campur  tangan manusia terhadap tetumbuhan asli dan daur hidupnya. Dalam pertanian modern campur tangan ini semakin jauh dalam bentuk masukan bahan kimia pertanian, termasuk pupuk kimia, pestisida dan bahan pembenah tanah lainya. Bahan –bahan tersebut mempunyai peranan yang cukup besar dalam meningkatkan produksi tanaman. Akan tetapi dua istilah “pertanianalami”dan “ pertanian organik” kita kaji lebih dalam , maka pengertianya akan berbeda.
   Istilah pertanian yang pertama, “pertanian alami” mengisyaratkan kekuatan alam mampu mengatur pertumbuhan tanaman, sedangkan campur tangan manusia tidak diperlukan sama sekali. Istilah pertanian yang kedua,” pertanian organik” campur tangan manusia lebih insentif untuk memanfaatkan lahan dan berusaha meningkatkan hasil berdasrkan  prinsip daur ulang yang dilaksanakan sesuai dengan kondisi setempat.( susanto1997).
    Pertanian adalah salah satu jenis kegiatan produksi yang berlandaskan proses pertumbuhan dari tumbuh- tumbuhan dan hewan. Ada anggapan bahwa asal mula pertanian di dunia dimulai dari asia tenggara. Awal kegiatan pertanian terjadi ketika manusia mulai mengambil peranan dalam proses kegiatan tanaman dan hewan serta pengaturanya untuk memenuhi kebutuhan. Tingkat kemajuan pertanian mulai dari pengumpulan  pemburu, pertanian primitive, pertanian tradisioanal, dan pertanian modern (admin UPI 2012).
  Sedangkan menurut Banoewidjojo(1983) pertanian dalam arti luas yaitu semua kegiatan usaha dalam reproduksi fauna dan flora tersebut, yang dibedakan kedalam 5 sektor, masing-masing pertanian rakyat,perkebunan, peternakan, perikanan, dan kehutanan. Dalam arti sempit yaitu khusus pertanian rakyat.
   Pertanian merupakan bagian dari agroekosistem yang tak terpisahkan dengan subsistem kesehatan dan lingkungan alam, manusia dan budaya saling mengait dalam suatu proses produksi untuk kelangsungan hidup bersama(karwan A.Salikin).
  Pertanian sebagai mata pencaharian utama dalam kehidupan manusia di beberapa bagian dunia telah mengalami proses perkembanganyang cukup panjang  dalam sejarah kebudayaan manusia yang sejalan dengan perkembangan pengetahuan manusia tentang jenis-jenis tanaman dan cara menanamnya. Awalnya, usaha manusia demi mempertahankan hidup yaitu dengan mengumpulkan hasil bumi serta dengan berburu hewan disekitar lingkungan mereka. Kegiatan tersebut dikenal dengan “ berburu dan meramu”. Seiring dengan perkembangan zaman,muncullah kegiatan bercocok tanam di ladang. Perubahan tersebut membawa perubahan dalam perkembangan kebudayaan manusia. Sehubungan dengan ini, penulis akan membahas singkat tentang sistem pertanian dan perkembangan pertanian.


                                          


                                             BAB III
                                             PEMBAHASAN
3.1 PENGERTIAN SISTEM PERTANIAN
  Sistem pertanian (agrosistem) adalah sekumpulan komponen yang disatukan oleh suatu bentuk interaksi dan saling ketergantungan pada suatu batas tertentu, untuk mencapai tujuan pertanian bagi pihak-pihak yang terlibat. Sistem pertanian (farming system) adalah pengaturan usaha tani yang stabil , unik dan layak yang dikelola menurut praktek yang dijabarkan sesuai lingkungan fisik, biologis dan sosio ekonomi menurut tujuan, preferensi, dan sumber daya rumah tangga.
  Sistem pertanian semakin tergantung  pada input-input luar sebagai berikut; kimia buatan (pupuk,pestisida), benih hibrida, mekanisasi, dengan pemanfaatan bahan bakar minyak dan juga irigasi. Konsumsi terhadap sumber-sumber yang tidak dapat diperbaharui, seperti minyak bumi dan fosfat sudah dalam tingkat yang membahayakan. Bersamaan dengan meningkatnya kebutuhan akan produk pertanian, maka teknologi baru untuk pengembangan varietas baru, seperti jagung, padi, gandum, serta tanaman komersial lainya juga nampak semakin menantang. Namun demikian, pemanfaatan input buatan yang berlebihan dan tidak seimbang, bisa menimbulkan dampak besar, bukan hanya terhadap ekologi dan lingkungan, tetapi bahkan terhadap situasi ekonomi, sosial dan politik diantaranya dengan adanya ketergantungan pada impor peralatan, benih serta input lainya. Akibat selanjutnya adalah menyebabkan ketidakmerataan antar daerah dan perorangan yang telah memperburuk situasi sebagian besar petani lahan sempit yang tergilas oleh revolusi hijau (Reijntjes, haverkort, dan bayer,1999) .

3.2 SISTEM PERTANIAN TRADISIONAL
   Sistem pertanian tradisional adalah sistem pertanian yang masih bersifat ekstensif dan tidak memaksimalkan input yang ada. Sistem pertanian tradisional salah satu contohnya adalah sistem ladang berpindah. Sistem ladang berpindah telah tidak sejalan lagi dengan kebutuhan lahan yang semakin meningkat akibat bertambahnya penduduk. Pertanian tradisional bersifat tak menentu. Keadaan ini bisa dikbuktikan dengan kenyataan bahwa manusia seolah-olah hidup di atas tonggak. Pada daerah-daerah yang lahan pertanianya sempit dan penanaman hanya tergantung pada curah hujan yang tak dapat dipastikan, produk rata-rata akan menjadi sangat rendah, dan dalam keadaan tahun-tahun yang buruk, para petani dan keluarganya akan mengalami bahaya kelaparan yang sangat mencekam. Dalam keadaan yang demikian, kekuatan motivasi utama dalam kehidupan para petani ini barangkali bukanlah meningkatkan penghasilan, tetapi berusaha untuk bisa mempertahankan kehidupan keluarganya.
   Pada pertanian tradisional biasanya lebih ditunjukan untuk memenuhi kebutuhan hidup para petani dan tidak untuk memenuhi kebutuhan ekonomi petani, sehingga hasil keuntungan petani dari hasil pertanian tradisional tidak tinggi, bahkan ada yang sama sekali tidak ada dalam hasil produksi pertanian.
  Sebenarnya pertanian tradisional  merupakan pertanian yang akrab lingkungan karena tidak menggunakan pestisida. Akan tetapi produksinya tidak mampu mengimbangi kebutuhan pangan penduduk yang jumlahnya terus bertambah. Untuk mengimbangi kebutuhan pangan tersebut perlu diupayakan peningkatan produksi yang kemudian berkembang sisitem pertanian konvensional. Dalam pertanian tradisional, produksi pertanian dan konsumen sama banyaknya dan hanya satu atau dua macam tanaman saja ( biasanya jagung atau padi) yang merupakan sumber pokok bahan makanan. Produksi dan produktivitas rendah karena hanya menggunakan peralatan yang sangat sederhana. Penanaman atau penggunaan modal hanya sedikit sekali, sedangkan tanah dan tenaga kerja manusia merupakan faktor produksi yang dominan. Pada tahap ini hukum penurunan hasil (law of diminishing return) berlaku karena terlampau banyak tenaga kerja yang pindah bekerja di lahan pertanian yang sempit. Kegagalan panen karena hujan dan banjir, atau kurang suburnya tanah, tindakan pemerasan oleh oara rentenir merupakan hal yang sangat ditakuti para petani.
A.PERTANIAN TRADISIONAL BERDASARKAN FUNGSI DASAR EKONOMI
   Dalam pertanian tradisional biasanya menggunakan prinsip yang mana pertanian tradisional hanya  untuk memenuhi kebutuhan dalam hidupnya sekarang, misalnya pada masyarakat bercocok tanam, tanaman padi yang mana hasilnya yang telah diproduksi dan diolah menjadi beras kemudian di konsumsi oleh keluarganya, sehingga terus berjalan kelangsungan hidupnya. Kemudian ciri pertanian tradisional yaitu masih berpaku pada alam yang man ketika masyarakat menanam suatu tanaman dengan pertanian tradisional maka hasilnya akan tergantung pada proses alam.  
   Pada sisitem pertanian terdapat beberapa evaluasi terhadap aspek ekonomi. Pertanian tradisional jika dilihat dari aspek ekonomi antara lain:
1.      Penggunaan teknologi yang belum berkembang
Dalam hal ini biasanya pada pertanian tradisional menggunakan alat atau teknologi yang masih rendah atau belum berkembang. Yang mana hal ini dapat memperlambat hasil yang di produksi dan akan membuang waktu dalam proses bercocok tanam. Misalnya pada sisitem tradisional masyarakat untuk membajak sawah masih menggunakan kerbau hal ini masih kurang efisien dalam pemanfaatan waktu dan tenaga. Akan tetapi dari sektor ekonominya lebih rendah dan minim pengeluaran untuk mengelola lahan untuk menghasilkan produk.
2.      Tenaga kerja yang masih banyak digunakan
Untuk pertanian tradisional biasanya digunakan lebih banyak tenaga kerja dalam mengelola lahan pertanian untuk menghasilkan produksi.hal ini dikarenakan masih minimnya teknologi yang ada sehingga pelaksanaan menggunakan SDM ( sumber daya manusia) yang ada. Sebagai contoh dalam hal panen tanaman tebu yang mana digunakan tenaga kerja manusia dalam proses penebangan, kemudian contoh lain proses perontokan helai padi yang masih menggunakan tenaga manusia untuk melakukan walaupun saat ini mulai ada teknologi yang membantu merontokan helai padi. Hal ini mencerminkan bahwa pertanian tradisional masih tergantung dengan sumber tenaga manusia yang ada, akan tetapi dari sektor ekonominya lebih murah.
3.      Modal yang dipakai masih sedikit
Dalam hal ini modal dalam pengolahan produksi pertanian masih sedikit karena kebutuhan yang dibuat tidak terlalu membutuhkan modal lebih. Biasanya juga hanya butuh modal untuk pembayaran tenaga kerja dan lain-lain yang rata-rata minim. 
4.      Hasil produksi yang masih kurang terjangkau
Dalam pertanian tradisional sering hasil yang di produksi hanya sebatas untuk di konsumsi keluarga maupun masyarakat golongan. Hal ini dikarenakan masih minimnya cara budidaya tanaman sehingga produk yang dihasilkan masih rendah.

B.PERTANIAN TRADISIONAL BERDASARKAN FUNGSI DASAR EKOLOGI
    Dalam pertanian tradisional untuk mengolah hasil produk pertanian masih tergantung dengan alam /ekologi sekitar. Dikarenakan dalam proses pertanian tradisional produknya hanya untuk memenuhi konsumsi petaninya, bukan untuk mencari keuntungan besar.
Adapun dampak positif yang terjadi dari pertanian tradisional yaitu:
1.      Pelestarian alam yang masih terjamin dan terus berkembang.
Yang mana pelestarian alam terus berjalan karena proses ini berjalan dan akan bisa memproduksi dengan rata-rata konstan untuk musim-musim kedepanya.
2.      Tidak adanya kerusakan ataupun pencemaran yang terjadi
Proses pertanian tradisional terjadi tanpa adanya perusakan ekosistem yang ada sekitar maupun tanpa pencemaran yang bisa mengakibatkan penurunan hasil produktivitas pengolahan pertanian.
C.PERTANIAN TRADISIONAL BERDASARKAN FUNGSI DASAR SOSIAL
    Dalam pertanian tradisional terjadi hubungan yang erat antar sesama dikarenakan dalam proses pertanian tradisional menjunjung tinggi tolong menolong dan gotong royong, apalagi dengan sisitem tradisional yang menyebabkan antar petani saling membutuhkan dan membantu untuk menghasilkan produktivitas oertanian yang telah di olah.

        3.3  PERTANIAN MODERN
       Pertanian modern adalah pola pertanian dengan menggunakan alat-alat canggih dan dengan skala besar. Pertanian modern harus menggunakan peralatan modern. Aplikasi pertanian modern yang telah terlaksana seperti pertanian gandum, pertanian padi, pertanian anggur. Pertanian modern bertujuan untuk memutus ketergantungan petani terhadap input eksternal dan penguasa pasar yang mendominasi sumber daya agraria. Pertanian modern merupakan tahapan penting dalam menata ulang struktur agraria dan membangun sistem ekonomi pertanian yang sinergis antara produksi dan distribusi dalam kerangka pembaruan agraria.
     Pelaksanaan  pertanian modern bersumber dari tradisi pertanian keluarga yang menghargai, menjamin dan melindungi keberlanjutan alam untuk mewujudkan kembali budaya pertanian sebagai kehidupan. Oleh karena itu, SPI mengistilahkannya sebagai “Pertanian modern berbasis keluarga petani”, untuk membedakannya dengan konsep pertanian organik berhaluan agribisnis. Pertanian modern merupakan tulang punggung bagi terwujudnya kedaulatan pangan (Serikat Petani Indonesia, 2008).
     Pertanian modern meliputi komponen-komponen fisik, biologi dan sosio ekonomi. Pertanian modern direpresentasikan dengan sistem pertanian yang melaksanakan pengurangan input bahan-bahan kimia mengendalikan erosi tanah dan gulma, serta memelihara kesuburan tanah. Pertanian modern memiliki konsep dasar yaitu mempertahankan ekosistem alami lahan pertanian  yang sehat, bebas dari bahan-bahan kimia yang meracuni lingkungan.Dalam pertanian modern terdapat komponen dasar agroekosistem baik untuk jangka pendek maupun jangka panjang, dimana komponen dasar agroekosistem tersebut memadukan antara produktivitas (productivity), stabilitas (Stability), Pemerataan (equlity).
Pertanian modern merupakan suatu ajakan moral untuk berbuat kebijakan pada lingkungan Sumber Daya Alam dalam usaha pertanian dengan mempertimbangkan 3 aspek, yaitu:
     a.    Kesadaran Lingkungan (Ecologically Sound), sistem budidaya pertanian tidak boleh menyimpang dari sistem ekologis yang ada. Keseimbangan lingkungan adalah indikator adanya harmonisasi dari sistem ekologis yang mekanismenya dikendalikan oleh hukum alam.
     b.    Bernilai ekonomis (Economic Valueable), sistem budidaya pertanian harus mengacu pada pertimbangan untung rugi, baik bagi diri sendiri dan orang lain, untuk jangka pandek dan jangka panjang, serta bagi organisme dalam sistem ekologi maupun diluar sistem ekologi. Sumber daya alam terlanjutkan (tidak tereksploitasi).
     c.    Berwatak sosial atau kemasyarakatan (Socially Just), sistem pertanian harus selaras dengan norma-noma sosial dan budaya yang dianut dan di junjung tinggi oleh masyarakat setempat. (Lisa navita)

 A.SISTEM PERTANIAN MODERN
        Pertanian modern yang bertumpu pada pasokan eketernal berupa bahan-bahan kimia buatan (pupuk dan pestisida), menimbulkan kekhawatiran berupa pencemaran dan kerusakan lingkungan hidup, sedangkan pertanian tradisional yang bertumpu pada pasokan internal tanpa pasokan eksternal menimbulkan kekhawatiran berupa rendahnya tingkat produksi pertanian, jauh di bawah kebutuhan manusia.Kedua hal ini yang dilematis dan hal ini telah membawa manusia kepada pemikiran untuk tetap mempertahankan penggunaan masukan dari luar sistem pertanian itu, namun tidak membahayakan kehidupan manusia dan lingkungannya (Mugnisjah, 2001). Pertanian modern dikhawatirkan memberikan dampak  pencemaran sehingga membahayakan kelestarian lingkungan, hal ini dipandang sebagai suatu krisis pertanian modern.Sebagai alternatif penanggulangan krisis pertanian modern adalah penerapan pertanian organik.Kegunaan budidaya organik menurut Sutanto (2002) adalah meniadakan atau membatasi kemungkinan dampak negatif yang ditimbulkan oleh budidaya kimiawi.Pemanfaatan pupuk organik mempunyai keunggulan nyatadibanding dengan pupuk kimia.Pupuk organik dengan sendirinyamerupakan keluaran setiap budidaya pertanian, sehingga merupakan sumber unsur hara makro dan mikro yang dapat dikatakan cuma-cuma. Pupuk organik berdaya amliorasi ganda dengan bermacam-macam proses yang saling mendukung, bekerja menyuburkan tanahdan sekaligus menkonservasikan dan menyehatkan ekosistem tanah serta menghindarkan kemungkinan terjadinya pencemaran lingkungan. Dengan demikian penerapan sistem pertanian organik  pada gilirannya akan menciptakan pertanian yang berkelanjutan.
     Dunia pertanian modern adalah dunia mitos keberhasilan modernitas. Keberhasilan diukur dari berapa banyaknya hasil panen yang dihasilkan. Semakin banyak, semakin dianggap maju. Di Indonesia, penggunaan pupuk dan pestisida kimia merupakan bagian dari Revolusi Hijau, sebuah proyek ambisius Orde Baru untuk memacu hasil produksi pertanian dengan menggunakan teknologi modern.
·          Pertanian modern berdasarkan fungsi dasar Ekonomi
Penerapan pertanian organik, memberikan manfaat bagi masyarakat dalam upaya pemberdayaan ekonomi rakyat antara lain :
           a.         Produksi pertanian organik jauh dibawah hasil produksi sistem konvensional
     Adanya perbedaan hasil ini mencerminkan adanya perbedaan teknik bercocok tanam dan pengalaman petani. Industri pangan organik berkembang sangat cepat sementara petani belum mempunyai pengetahuan dan pengalaman yang cukup untuk menerapkan sistem pertanian organik yang benar. Perbedaan hasil juga seringkali bergantung pada jenis tanaman yang diusahakan. Beberapa hasil penelitian di kawasan Timur Canada menunjukkan bahwa hasil gandum organik adalah 75% lebih rendah dibanding dengan gandum konvensional. Pada kasus cuaca yang tidak normal, misalnya musim kering yang panjang, maka produktivitas pertanian organik biasanya lebih tinggi dibanding pertanian konvensional. Di samping itu, pertanian organik juga relative lebih tahan terhadap gangguan hama dan penyakit.

  b.     Minimnya akses transportasi pada lokasi-lokasi yang memenuhi syarat untuk     budidaya pertanian organik
     Minimnya akses transportasi disebabkan karena daerah yang memenuhi syarat untuk budidaya pertanian organik adalah daerah yang minim pencemaran lingkungan. Hal ini menimbulkan beberapa implikasi lanjutan antara lain : (a). sulitnya mendistribusikan bahan input atau sarana produksi pertanian seperti pupuk dan pestisida organik, benih, dan peralatan kerja; (b). sulitnya membawa hasil/produk pertanian organik dari lahan ke pasar; (c). mahalnya biaya untuk transportasi dari dan ke lokasi budidaya pertanian organik.
           c.     Pertanian modern memerlukan biaya produksi relatif lebih rendah dibandingkan pertanian konvensional
      Khususnya untuk penyediaan input produksi pertanian konvensional memiliki biaya produksi lebih tinggi daripada pertanian modern. Dalam pertanian modern pembelian pupuk dan pestisida sintetis tidak diperlukan lagi. pengendalian gulma dilakukan secara mekanis. Pengolahan tanah untuk pengendalian gulma setelah tanaman tumbuh dilakukan dengan cara minimal. Banyak orang berpendapat bahwa pengendalian gulma akan meningkatkan frekuensi pengolahan tanah dan juga biaya. Dalam prakteknya, ternyata tidaklah demikian. Dengan perbaikan struktur tanah dan praktek pengelolaan yang baik, pertanian modern justru meminimalkan pengolahan tanah, atau lebih sedikit, dibanding pertanian konvensional.
           d.         Pendapatan petani modern sedikit lebih besar dibanding dengan petani konvensional
     Secara umum, biaya produksi lebih rendah dan pendapatan lebih besar (karena premium price). Industri organik berubah sangat cepat sehingga mempengaruhi ketidakstabilan harga. Sebagai contoh, adanya harga tinggi pada satu jenis komoditi telah mendorong banyak petani menanam komoditi yang sama secara bersamaan. Ini menyebabkan harga turun ketika musim panen. Banyak orang berpendapat bahwa sejalan dengan waktu premium price akan stabil. Meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani akhirnya akan meningkatkan kesejahteraan petani, sebagai contoh biaya pembelian pupuk organik lebih murah dari biaya pembelian pupuk kimia; Harga jual hasil pertanian organik seringkali lebih mahal. Contoh, harga beras organik saat ini Rp. 10.000 – 15.000,-/kg sedang beras biasa Rp. 9000 – 11.000,-/kg; Petani dan peternak bisa mendapatkan tambahan pendapatan dari penjualan jerami dan kotoran ternaknya;Bagi peternak, biaya pembelian pakan ternak dari hasil fermentasi bahan organik lebih murah dari pakan ternak konvensional; Pengembangan pertanian organik berarti memacu daya saing produk agribisnis Indonesia untuk memenuhi permintaan pasar internasional akan produk pertanian organik yang terus meningkat. Ini berarti akan mendatangkan devisa bagi pemerintah daerah yang pada akhirnya akan meningkatkan kesejahteraan petani.
          e.          Menciptakan lapangan kerja baru dan keharmonisan kehidupan sosial di pedesaan
     Pertanian modern akan merangsang hadirnya industri kompos rakyat yang berarti adanya lapangan kerja baru bagi masyarakat pedesaan. Disamping itu, penerapan pertanian modern juga akan merangsang adanya kerjasama kemitraan antara petani peternak-pekebun untuk menerapkan sistem pertanian terpadu. Dalam hubungan ini, peternak mendapatkan bahan makanan ternak dari limbah pertanian (jerami dan dedak, misalnya) dari petani, sedangkan petani mendapatkan kotoran hewan dari peternak sebagai bahan kompos untuk usaha pertanian organiknya. Hal ini secara langsung akan menciptakan keharmonisan kehidupan sosial di pedesaan.

         * Pertanian modern berdasarkan fungsi dasar Ekologi
Prinsip ekologi dalam penerapan pertanian organik dapat dipilahkan sebagai berikut:
       a.       Memperbaiki kondisi tanah
    Dengan menggunakan sistem pertanian modern, tanah yang rusak dapat diperbaiki sehingga menguntungkan pertumbuhan tanaman, terutama pengelolaan bahan organik dan meningkatkan kehidupan biologi tanah.
       b.      Optimalisasi ketersediaan dan keseimbangan daur hara
     Jika menggunakan sistem pertanian modern ketersediaan dan keseimbangan daur hara dapat dioptimalisasi melalui fiksasi nitrogen, penyerapan hara, penambahan dan daur pupuk dari luar .
       c.       Membatasi kehilangan hasil panen akibat aliran panas, udara dan air dengan cara mengelola        iklim mikro, pengelolaan air dan pencegahan erosi.
       d.      Membatasi terjadinya kehilangan hasil panen akibat hama dan penyakit dengan melaksanakan usaha preventif melalui perlakuan yang aman.
       e.       Pemanfaatan sumber genetika (plasma nutfah) yang saling mendukung dan bersifat sinergisme dengan cara mngkombinasikan fungsi keragaman sistem pertanian terpadu.
       f.       Menghasilkan bahan pangan yang aman bagi kesehatan produsen dan konsumennya serta tidak merusak lingkungan
       g.      Kualitas SDA dipertahankan
       h.      Ramah lingkungan karena menggunakan pupuk kompos, ataupun pupuk kandang yang keseluruhannya berasal dari alam,
       i.        Meminimalkan semua bentuk polusi yang dihasilkan dari kegiatan pertanian.
       j.        Menjaga sifat fisik, kimia dan biologi tanah
    Dalam pertanian modern diutamakan cara pengelolaan tanah yang meminimalkan erosi, meningkatkan kandungan bahan organik tanah serta mendorong kuantitas dan diversitas biologi tanah.Dalam pertanian organik peningkatan kesuburan tanah dilakukan tanpa menggunakanpupuk kimia sintetis. Sebagai gantinya digunakan teknik-teknik seperti rotasi tanaman secara tepat, mixed cropping dan integrasi tanaman dengan ternak, meminimalkan pengolahan tanah yang mengganggu aktivitas biota tanah,menggunakan tanaman dalam strip dan tumpang sari.
       k.      Penghematan energi
     Hasil studi menunjukkan bahwa sistem produksi organik hanya menggunakan 50–80% energi minyak untuk menghasilkan setiap unit pangan dibandingkan dengan sistem produksi pertanian konvensional. Namun demikian, ini tidak berlaku untuk semua sistem produksi sayuran dan buah-buahan.
        l.        Tidak mencemari air
      Penjagaan kualitas air merupakan upaya yang sangat penting dalam sistem pertanian lestari(sustainable agriculture system).Kenyataan menunjukkan bahwa polusi air tanah (groundwater) dan air muka tanah (surface water) oleh nitrat dan fosfat menjadi hal yang umum terjadi di kawasan pertanian. Residu pupuk dan pestisida sintetis serta bakteri penyebab penyakit seperti Escherichia Coli juga seringkali terdeteksi di sistem perairan.
     Pada areal pertanian organik, sumber air dijaga dengan menghindari praktek-praktek pertanian yang menyebabkan erosi tanah dan pencucian nutrisi, pencemaran air akibat penggunaan bahan kimia. Kotoran hewan yang akan digunakan untuk pupuk organik selalu dikelola dengan hati-hati dan dikomposkan sebelum digunakan. Di samping itu, penggunaan pupuk kimia dan pestisida sintetis juga dilarang dalam sistem pertanian organik.
       m.    Tidak mencemari udara
     Pertanian modern terbukti mampu meminimalkan perubahan iklim global karena emisi gas rumah kaca (greenhouse gas emission) pada pertanian organik lebih rendah dibandingkan pertanian konvensional. Dalam pertanian organik tidak menggunakan pupuk nitrogen sintetis sehingga tidak ada emisi nitrogen oksida dari pupuk buatan tersebut. Penggunaan minyak bumi juga lebih rendah sehingga menurunkan emisi gas karbon dioksida. Lebih penting lagi, pertanian organik menyediakan penampungan (sink) untuk karbon dioksida melalui peningkatan kandungan bahan organik di tanah serta penutupan permukaan tanah dengan tanaman penutup tanah.
       n.      Dapat memanfaatkan limbah
     Praktek pertanian modern mengurangi jumlah limbah melalui daur ulang limbah menjadi pupuk organik. Kotoran ternak, jerami dan limbah pertanian lainnya yang selama ini dianggap limbah, justru menjadi bahan yang mempunyai nilai sebagai sumber nutrisi dan bahan organik bagi pertanian organik.
       o.      Menciptakan keanekaragaman hayati
     Pertanian organik tidak hanya menghindari penggunaan pestisida sintetis, namun juga mampu menciptakan keanekaragaman hayati. Praktek seperti rotasi pertanaman, tumpang sari serta pengolahan tanah konservasi merupakan hal-hal yang mampu meningkatkan keanekaragaman hayati dengan menyediakan habitat yang sehat bagi banyak spesies mulai dari jamur mikroskopis hingga binatang besar. Pertanian organik tidak menggunakan organisme hasil rekayasa genetika(Genetic Enggineering Organism) atau organisme transgenik (Genetically Modified Organism)serta produknya karena alasan keamanan lingkungan, kesehatan dan sosial. Produk-produk seperti ini tidak dibutuhkan karena mungkin menyebabkan resiko yang tidak dapat diterima pada integritas spesies.

       *  Pertanian modern berdasarkan fungsi dasar Sosial
      a.       Menghasilkan makanan yang cukup, aman dan bergizi sehingga meningkatkan kesehatan masyarakat.
      Pada sistem pertanian berkelanjutan, tidak digunakan pupuk kimia secara berlebihan sehingga produk-produk yang dihasilkan layak konsumsi dan aman serta bergizi bagi masyarakat.
      b.      Kebutuhan dasar seluruh masyarakat terpenuhi
      Dengan menerapkan sistem pertanian modern, hasil produksi yang di dapat stabil sehingga seluruh kebutuhan dasar masyarakat dapat terpenuhi.
    
       c.       Segala bentuk kehidupan dihargai
     Manusia hidup di dunia tidak sendiri, melainkan berdampingan dengan hewaan dan tumbuhan. Dengan menerapkannya sistem pertanian modern, manusia, hewan, dan tumbuhan dan bekerjasama dengan baik dan semua berperan dalam menghadapi hidup. Sehingga semua bentuk kehidupan dapat dihargai.
       d.      Menciptakan lingkungan kerja yang aman dan sehat bagi petani.
     Dengan digunakannya sistem pertanian modern dapat menciptakan lingkungan kerja yang aman dan sehat bagi petani. Hal ini dikarenakan petani akan terhindar dari paparan(exposure) polusi yang diakibatkan oleh digunakannya bahan kimia sintetik dalam produksi pertanian.

B.MANAJEMEN PERTANIAN MODERN
Manajemen pertanian modern menitik beratkan pada segi:
1.      Produktivitas
2.      Efisiensi
1.Produktivitas
Merupakan upaya untuk menaikan jumlah produksi dari lahan pertanian yang tersedia. Faktor-faktor yang dapat menunjang hasil produksi antara lain:
·         Lahan
·         Kesuburan tanah
·         Bibit yang digunakan
·         Tenaga kerja
·         Pupuk
·         Aspek manejemen pengolahan hasil
·         Modernisasi alat pertanian
2.Efisiensi
Efisiensi menurut pengertian ilmu ekonomi dapat dibagi menjadi tiga yaitu:
·         Efisiensi teknis
·         Efisiensi alokatif(harga)
·         Efisiensi ekonomi
#. Efisiensi teknis adalah suatu faktor penggunaan apabila faktor produksi yang digunakan menghasilkan produksi yang maksimal.
#. Efisiensi harga di lihat dari frofit ( keuntungan) yang di dapat.
#. Efisiensi ekonomi yaitu apabila usaha pertanian tersebut mencapai efisiensi teknis dan harga.
   Di Indonesia gebrakan revolusi hijau terlihat pada decade 1980-an. Saat itu, pemerintah mengkomando penanaman padi, pemaksaan pemakaian bibit impor,pupuk kimia, pestisida, dan lain-lainya. Hasilnya Indonesia sempat menikmati swasembada beras. Namun pada decade 1990-an, petani mulai menghadapi serangan hama, kesuburan tanah merosot, ketergantungan pemakaian pupuk yang semakin meningkat dan pestisida yang tak manjur lagi.
Contoh sisitem pertanian modern , Corporate Farming adalah sisitem pertanian dengan menerapkan cara penggarapan lahan yang relative luas secara bersama-sama dalam satu sisitempengelolaan oleh sebuah perusahaan atau korporasi.
C.PEMANFAATAN TEKNOLOGI
TEKNOLOGI PERTANIAN MODERN MELALUI BIOTEKNOLOGI
  Kehadiran revolusi genetika dalam pertanian melalui bioteknologi disambut gembira tidak hanya oleh peneliti, tetapi juga oleh praktisi pertanian. Bioteknologi merupakan teknologi yang memanfaatkan agen hayati (makhluk hidup) yang telah mengalami rekayasa genetika atau bagian-bagian untuk menghasilkan barang dan jasa untuk memenuhi kebutuhan manusia dan lingkungannya.
  Pada masa lalu gen ditrasfer melalui persilangan biasa atau cara konvensional pada sekerabat. Misalkan padi atau jagung varietas yang satu dengan varietas padi atau jagung varietas yang lain. Perkembangan teknologi pertanian modern melalui bioteknologi dapat memindahkan gen dari spesies apa saja ke spesies lain melalui berbagai cara, antara lain dengan pemanfaatan vector pemindahan gen.Teknik semacam ini telah banyak dikembangkan untuk tanaman budidaya. Produk rekayasa genetika jagung, kedelai dan kapas telah dihasilkan dan dijual oleh perusahaan agrokimia multinasional seperti Novartis, Monsato,Zeneca, dan lain-lain. Melalui bioteknologi diharapkan muncul tanaman tahan terhadap hama dan penyakit, dapat tumbuh dilahan yang mempunyai kendala cekaman fisik (tanah garam, tanah masam, cekaman kekeringan, dan lain-lain) sesuai dengan harapan peneliti/pemulia tanaman. Bioteknologi manusia mampu melewati batasan biologi, baik itu kelompok hewan, tumbuhan maupun mikroorganisme dalam memasukan sifat yang diinginkan.
     Bioteknologi dan industry bioteknologi dalam dasawarsa terahir berkembang sangat pesat. Tercatat sampai dengan tahun 1997 tidak kurang dari 124 organisme baru terutama tanaman trasngenik ( tanaman yang telah mengalami rekayasa genetika) telah dimintakan izin dan dipatenkan untuk budidaya dan dipasarkan secara global. Pengembangan bioteknologi melalui rekayasa genetika berlandaskan pada keanekaragaman hayati atau dapat dikatakan bahwa keanekaragaman hayati merupakan asset pengembangan bioteknologi. Indonesia merupakan Negara dengan kekayaan keanekaragaman hayati terbesar didunia, diikuti oleh brazil, Zaire dan Negara-negara berkembang lainya. Dapat dipastikan bahwa Negara-negara maju teknologinya adalah Negara yang miskin keanekaragaman hayati, sedangkan Negara yang kaya dengan keanekaragaman hayatinya terbatas kemampuan teknologinya. Diperkirakan di dunia ini terdapat 5-30 juta spesies dan hanya sekitar 1,4 juta saja yang telah mengalami teridentifikasi secara ilmiah. Disamping nilai tambah ekonomis,pemanfaatan tanaman dan hewan yang telah mengalami rekayasa mempunyai potensi merugikan terhadap keanekaragaman hayati dan kesehatan lingkungan termasuk kesehatan manusia dan ternak. Sebagai contoh, padi yang toleran herbisida akan memacu peningkatan pemakai pestisida. Padi yang diberi masukan berupa gen Bacillus thuringensis akan mengganggu perkembangan ekologi. Bacillus thuringensisi adalah pestisida yang menghalangi serangga hama secara alami dan dapat mengendalikan hama tertentu tanpa meninggalkan pengaruh terhadap mamalia, burung atau spesies lainya yang menguntungkan.


3.4 KELEBIHAN DAN KELEMAHAN SISITEM PERTANIAN TRADISIONAL
Kelebihan sistem pertanian tradisional yaitu:
·         Lebih ramah ingkungan
·         Dapat melestarikan budaya asli pedesaan yang umunya sering berkaitan dengan ritual dalam pertanian
Kelemahan sistem pertanian tradisional yaitu:
·         Membutuhkan tenga kerja yang banyak
·         Sangat tergantung pada iklim
·         Selalu berpindah-pindah tempat budidaya tanam.

                                            
3.5 KELEBIHAN DAN KELEMAHAN SISTEM PERTANIAN MODERN
Kelebihan pertanian modern
·         Mampu menciptakan bibit unggul yang akan member produk bermutu tinggi secara kualitas dan kuantitas
·         Meningkatnya sifat resistensi tanaman terhadap hama dan penyakit tanaman
·         Mengatasi terbatasnya lahan pertanian
·         Mengatasi produksi bibit yang sama dalam jangka waktu singkat
·         Mengendalikan serangga perusak tanaman budidaya
Kelemahan pertanian modern
·         Merugikan petani kecil dan menimbulkan kesenjangan ekonomi karena pertanian modern yang pada umumnya dimiliki oleh pemilik modal dapat meningkatkan produksi hingga 50%.
·         Karena pasokan produk pertanian modern terbatas maka harga akan lebih tinggi. Hal ini juga akan berlaku pada peralatan pertanian.




                                                                BAB IV
                                                               PENUTUP
4.1 SIMPULAN

    Pertanian adalah salah satu jenis kegiatan produksi yang berlandaskan proses pertumbuhan dari tumbuh-tumbuhan dan hewan. Sistem pertanian (farming system) adalah pengaturan usaha tani yang stabil, unik dan layak yang dikelola menurut praktek yang dijabarkan sesuai lingkungan fisik, biologis dan sosio ekonomi menurut tujuan, preferensi dan sumber daya rumah tangga. Sistem pertanian tradisional adalah sistem pertanian yang masih bersifat ekstensif dan tidak  memaksimalkan input yang ada. Pada sistem pertanian tradisional terdapat beberapa evaluasi terhadap aspek ekonomi. Pertanian tradisional jika dilihat dari aspek ekonomi antara lain:
       1.      Penggunaan teknologi yang belum berkembang.
       2.      Tenaga kerja yang masih banyak di gunakan
       3.      Modal yang dipakai masih sedikit
       4.      Hasil produksi yang masih kurang terjangkau
Adapun dampak positif yang terjadi dari pertanian tradisional yaitu:
       1.      Pelestarian alam yang masih terjamin dan terus berkembang.
 2.      Tidak adanya kerusakan ataupun pencemaran yang terjadi
   Pada Pertanian tradisional biasanya lebih ditujukan untuk memenuhi kebutuhan hidup para petani dan tidak untuk memenuhi kebutuhan ekonomi petani, sehingga hasil keuntungan petani dari hasil pertanian tradisional  tidak tinggi , bahkan ada yang sama sekali tidak ada dalam hasil produksi pertanian. Pertanian modern adalah pola pertanian dengan menggunakan alat-alat canggih dan dengan skala besar. Pertanian modern harus menggunakan peralatan modern. Aplikasi pertanian modern yang telah terlaksana seperti pertanian gandum, pertanian padi, pertanian anggur.Pertanian modern merupakan tulang punggung bagi terwujudnya kedaulatan pangan. Pertanian modern meliputi pertanian organik, hidroponik, holtikultura, dll. Metode ini akan dapat membawa keuntungan bagi para petani dengan banyak cara. Salah satu contoh pertanian modern adalah pertanian organik.



4.2 SARAN
                                                                                                                                                             
          Sejak lama,Indonesia sudah dikenal sebagai Negara Agraris.Tetapi kontribusi sector   pertanian terhadap pendapatan nasional dan pendapatan petani semakin menurun. Bahkan, dikalangan keluarga petani-petani kecil sebagai pelaku utama pembangunan pertanian, sumbangan pendapatan yang berasal dari kegiatan on-farm hanya berkisar abtara 20-30$ terhadap kebutuhan keluarganya.Menghadapi kenyataan tersebut, terdapat alternative strategi untuk memperbaiki keadaan pertanian di Indonesia,yaitu melalui “modernisasi pertanian.”    Melalui strategi ini, diyakini akan mendorong pertumbuhan ekonomi yang tinggi, membuka peluang yang lebih baik untuk perubahan struktur ekonomi, perluasan kesempatan kerja, peningkatan pendapatn dan kesejahteraan, serta pemerataan, dan kelestarian lingkungan hidup, yang merupakan ciri-ciri dari pelaksanaan pembangunan pertanian yang berkelanjutan. Semakin diterapkannya sistem pertanian modern yang berbasis revolusi hijau demi peningkatan produkivitas pertanian sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar